[1/3] Sad Ending

sad-girl-love-love-hurts-cute-crying-girl-lovepicturex.Blogspot.com_thumb

Sad Ending

by syalala94

A girl who can called OC

Drabble – (250+w)

Cerita ini dibuat agar kita lebih memahami makna dari bersyukur kepada nikmat Tuhan YME. Karena nikmat adalah Sebuah kebahagiaan sederhana yang terkadang sangat sulit untuk diraih.

~

Rasa pedih yang mengintimidasi hatinya mulai berkurang seiring dengan air mata yang perlahan jatuh. Entah mengapa ia sangat merasa tidak diperhatikan saat ini. Semuanya semu, hanya berada dalam angan yang telah hilang digerus angin malam nan bengis. Membuatnya tak sanggup untuk menanggung kepedihan, yang selalu menjadi teman kesedihannya.

 

Hanya hembusan angin dan pepohonan yang kala itu menemaninya meneteskan air mata. Isakan kecil yang mulai terdengar menjadi iring-iring peluapan suasana hatinya saat itu. Perasaan tersebut perlahan mulai luntur seiring dengan pemikiran baru yang muncul. Dan beberapa di antaranya membuat gadis itu tersenyum miris.

 

Mungkin aku kena batunya.

Tuhan sedang menghukumku karena telah melakukan suatu perbuatan yang keterlaluan, atau mungkin sudah kelewat batas.

Mungkin Dia ingin aku lebih bersabar untuk mendapatkan kebahagiaan yang abadi.

Tuhan ingin agar aku lebih berhati-hati.

 

Ia menghembuskan napas panjang nan kasar, kemudian bangkit dari bangku taman–yang sempat menjadi tempat persinggahannya–dan mulai berjalan pergi. Kaki kanan yang baru saja terbentur keras dipaksakannya untuk berjalan beberapa kilo lagi. Ya, setidaknya dia masih bisa bersyukur karena kaki kirinya baik-baik saja.

 

Saat ia mulai menyebrangi trotoar, tanpa ia sadari sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Ia mencoba mempercepat gerakan, namun jika itu ia lakukan kaki kanannya akan sedikit kesakitan. Sehingga diseretnya dengan perlahan sang kaki tersebut, namun naas.

 

Tubuhnya sudah lebih dulu tertabrak keras oleh bagian depan mobil tadi.

 

Badannya terhuyung sampai belasan meter, terjatuh dengan keras dan membuat mulutnya meringis kesakitan. Dan sesaat setelahnya, tubuhnya mendadak lemas. Matanya ikut terpejam seiring dengan bayangan yang dilihatnya dengan samar. Deathan, sang Malaikat Kematian telah menjemputnya. Hal itu tanpa sadar membuatnya mengulas senyum tipis.

 

Dan tepat pada saat itu juga napasnya telah berhenti terhembus.

 

~

 

Hai, hai^^ syalala94 lagi kena writers block nih :” Fiction ini cuma curahan hati aja tentang perasaan syalala sekarang. Kaki kanan lagi bener-bener sakit gara-gara terbentur sesuatu, jadilah memar :” Doakan syalala cepat sembuh ya, kawan^^ Terimakasih telah membaca dan harap tinggalkan komentar ya^^

 

Salam hangat,

 

syalala94

(26 Agustus 2015 & 03 September 2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s