[3/3] Happen Ending

CKwjD4XVAAAEpf4

Happen Ending

by @syalala94 with BTS Park Jimin and a girl who can called OC or YOU

Friendship, Family, Sad/Hurt/Comfort–maybe?–

Drabble – 350+w

Pelampiasan kepada cinta yang tak terbalas, kuharap kau akan bahagia. Terimakasih telah membuatku merasakan sakit saat kau bercumbu bersamanya di depan mataku. Kuharap itu tak akan pernah terjadi lagi.

-o0o-

Kubayangkan semilir angin pantai tengah berhembus. Dan tanpa sengaja, menerbangkan helai tipis anak rambut seorang gadis yang tergerai bebas. Menenangkan.

 

Dia duduk sendirian di tepi pantai. Menggunakan setelan celana legging hitam polos dan baju warna pastel. Tengah merasakan ombak kecil yang menyentuh pelan kakinya sembari menikmati semilir angin laut yang sejuk. Juga mengadahkan kepala sambil menutup mata.

 

Pertengkaran besar yang dialaminya tadi sejenak terlupakan. Sinar matahari yang mulai menyengat-pun tak membuat kebiasaan ini luntur. Saking terpesona dan candunya pada suasana lepas pantai–mungkin?

 

Sementara itu, seseorang seseorang tengah memandanginya dari kejauhan. Tatapannya menyiratkan suatu kekhawatiran yang amat besar. Tak dapat berbohong, ia takut. Sangat takut. Kalau-kalau gadis yang tengah menikmati pemandangan pesisir pantai itu merasa terbebani. Ia tidak mau permasalahan yang dialami si gadis selalu berbuah menjadi kotoran udara baginya.

 

Perlahan, kamera SLR yang sedari tadi dipersiapkannya terangkat. Sang objek yang tengah berpose bagus membuat sebuah kurva terukir tipis saat ia berhasil menjepret momen indah tersebut–menurutnya.

 

“Park Jimin!!”

 

Ia tengah melihat hasil jepretannya saat si gadis meneriakkan namanya dengan lantang. Membuatnya menoleh, “Ya?”

“Kemarilah! Udaranya lumayan sejuk!”

Sebuah senyum yang terlukis di bibir si gadis membuatnya tergerak untuk melakukan hal yang sama. Matanya berkilat-kilat saat menghampiri si gadis, dibumbui dengan senyuman yang manis. Keren.

 

Jimin duduk tanpa suara di sebelah gadis itu tanpa mengubah fokus. Aku yakin lelaki itu pasti sangat menyukai si gadis. Namun, entah mengapa gadis itu malah tidak mengetahuinya. Yang jelas, dia terlihat santai dan biasa saat berada di dekat Jimin. Hanya sebatas teman dekat.

 

Dekat.

Sangaaat dekat.

 

“Jim..”

“Hm?”

“Menurutmu, apakah Jimmy akan berhenti selingkuh?”

“Mungkin. Berdo’a-lah.”

“Tapi aku tidak bisa begini terus, Jim. Dia sudah berselingkuh dua kali! Di depan mataku, pula! Kau pasti tahu, kan, bagaimana perasaanku?”

 

Kali ini Jimin terdiam. Dalam hatinya berseru keras meneriakkan kalimat terakhir yang barusan terlontar dari bibir si gadis. Kau pasti tahu, kan, bagaimana perasaanku?

 

“Keputusan ada di tanganmu. Menurutku, sih, jika masih seperti itu putuskan saja dia. Aku sudah tidak mempercayainya lagi.” Dalam hatinya kembali bersuara; Mengapa sangat sulit hanya untuk mengatakan aku mencintaimu?

 

“Tapi, aku sangat menyayanginya. Sangat amat.”

 

Jimin mengalihkan pandangannya ke arah laut lepas. Kemudian menghela napas panjang, tak ingin melihat si gadis yang pasti sedang terlihat dirundung kesedihan. Dalam hatinya banyak umpatan-umpatan kekesalan yang tak bisa diungkapkan. Ingin sekali rasanya meneriakkan seluruh kekesalan itu sekarang.

 

Sungguh, ia harap akan datang sebuah keajaiban kalau si gadis juga sangat-amat menyukainya..

-o0o-

–syalala94, 03 SEPTEMBER 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s