Manager-nim, saranghae!!

btobfict_ih_manager-nim-saranghae_syalala94

Title : Manager-nim, Saranghae!! // Author : syalala94 // Cast : Han Hyeonsoo (OC), Jung Ilhoon (BTOB), Jung Minjoo (JOO), etc. // Genre : Romance, Family, Brothership // Leght : TWOSHOOT // Rating : PG-15 // a.n : Terinspirasi dari dua kakak-adik yang beda agency dan tetep akur plus adem ayem aja, Ilhoon sama JOO eonni ^0^! Happy Reading ^-^

~

Kicauan burung di pagi hari membangunkan seorang wanita dari tidur panjang dalam rangka libur musim dingin. Celah-celah sinar matahari yang tidak terlalu terang memasuki kamar melalui jendela, membuatnya terjaga dari tidur.

 

Wanita itu, Han Hyeonsoo, adalah seorang manager artis JYP, JOO. Baru setengah tahun, tapi sudah cukup akrab karena Hyeonsoo sangat dekat dengan keluarga JOO sebelum menjadi maganernya. JOO yang bernama asli Jung Minjoo adalah seorang artis solo JYP Entertaiment. Ia pernah tinggal di Indonesia karena ayahnya dulu bekerja disana, sebelum ia mengikuti sebuah ajang mencari bakat yang juga diikuti oleh Taecyeon dan Wooyoung 2PM. Akhirnya ia pun memenangkan ajang tersebut dan kemudian menjadi trainee di JYP Entertaiment dan debut tanggal 10 Januari 2008.

 

Hyeonsoo menggeliat pelan dan melirik jam weker di nakas, jam 6 pagi. Kantuk-pun mulai menyerangnya kembali, rasanya ia ingin tidur lagi saja. Tunggu, sekarang jam 6 pagi? Dia akan terlambat!!

 

Minjoo eonni ada jadwal pergi ke rheseal konser. “Huaa,, bagaimana ini?! Hyeonsoo paboya!” Hyeonsoo merutuki dirinya sendiri dan segera bergegas bersiap sebelum semuanya terlambat.

 

~

 

Eonni!!” Hyeonsoo berlari kecil dan memeluk manja wanita di depannya. “Ada apa, Hyeonsoo-ya?” wanita itu, JOO, bertanya padanya dengan lembut dan mengusap rambut Hyeonsoo pelan.

 

Mianhaeyo, kami –ani, aku terlambat menjemputmu..” ia melepaskan pelukannya dan menatap JOO penuh penyesalan.

 

Gwaechanna, lagipula aku hanya akan menghadiri rheseal konser BTOB, kan?” JOO tersenyum sambil berbalik dan mengunci pintu apartemennya dengan kode sandi. Aku hanya menjawabnya dengan mengangguk dalam diam.

 

“Hmm.. Eonni, apakah Ilhoon akan marah?” “Kenapa?” JOO berbalik dan menatapnya aneh sambil berjalan ke arah lift.

 

“Aku takut kalau keterlambatanku ini akan membuat Ilhoon marah. Aku takut Ilhoon akan marah pada eonni..” Hyeonsoo menunduk dan menekan tombol ‘1’ pada lift.

 

“Tidak apa-apa Hyeonsoo-ya, lagipula ini hanya untuk rheseal konser. Tidak untuk datang ke konsernya, kan? Jadi Ilhoon tidak akan marah padaku. Maaf kalau selama ini ia bersikap seperti tidak menyukaimu.” JOO memegang kedua bahu Hyeonsoo dan mengembangkan senyum. Hyeonsoo pun membalasnya dengan hal yang sama dan mereka melangkah bersama di lobi apartemen. Kemudian mereka memasuki mobil van dan melaju menuju ke lokasi, Olympic stadium.

 

~

 

Noona!! Kenapa terlambat? Aku khawatir..” Oh, ya ampun! Lihat sikapnya itu, seperti anak kecil! Merajuk dan memeluk manja. Pantas saja JOO eonni selalu menyamakan ku dengannya. Tapi, eh?! Berarti aku juga kekanakan? Aish,, kenapa aku jadi memperhatikannya begini? Dia itu, kan musuh bebuyutan ku sejak kecil!

 

Jung Ilhoon adalah adik dari JOO eonni, dan juga salah satu anggota BTOB. Aku pastikan sifat mereka itu sangat berbeda! Jauh sekali! Bahkan TIDAK SAMA! Ilhoon mempunyai sifat yang dingin dan yeah, sedikit memikat seperti malaikat maut. Sedangkan JOO eonni berhati malaikat, sopan, ramah, baik, dan, oh ya ampun sekarang aku malah memikirkan perbedaan mereka berdua. Sudah beribu-ribu kali aku membandingkan mereka, karena aku sudah sangat mengenal mereka sejak lama. Dan asal kalian tahu saja, dari dulu aku dan Ilhoon tidak pernah akur.

 

“Permisi.” Aku memotong acara reuni mereka. Tapi sungguh, mereka menghalangi jalan keluar pintu mobil. Ilhoon menatapku tajam dan akhirnya memberiku jalan. “Terimakasih.” Ucapku dan mengalihkan pandangan kepada JOO eonni.

 

“Aku akan menunggu eonni di dalam. Jangan terlalu lama di luar ne, eonni. Udaranya sangat dingin.” Celoteh ku sambil memakaikan JOO eonni mantel yang lumayan tebal. JOO eonni hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.

 

“Oh, ya ampun! Eonni terlihat pucat. Apa eonni tidak apa-apa?” aku meletakkan tangan di atas keningnya, terasa sedikit hangat.

 

Gwaechanna.” Ia menepis tangan ku perlahan. “Sudahlah, kamu masuk duluan sana. Di luar dingin, dan kamu juga hanya memakai cardingan tipis.”

 

“Dan, rok mini?” Tambah Ilhoon sembari melihat ku dari ujung kepala sampai ujung kaki.

 

“Memangnya apa urusanmu?” aku memajukan wajah ke arahnya.

 

“Hei, jauhkan wajahmu dari wajah ku yang tampan ini. Nanti kalau ada saesang fans yang melihatnya, bisa-bisa mereka mengira aku mencium mu.” Acuhnya tanpa berubah ekspresi sama sekali. Oh, ya ampun, sekarang aku yang malah terpana sejenak karenanya. Aku mendengus kesal dan berlalu begitu saja meninggalkan mereka berdua.

 

“Kamu ini bagaimana sih? Kenapa malah mengacuhkannya? Apa kamu tidak senang kalau dia juga datang kesini? Kamu tahu, dia itu khawatir kalau kamu akan marah padaku karena kami terlambat!” suara JOO eonni membuat ku melambatkan langkah. Aku memang sudah jauh meninggalkan tempat mereka berdua, tetapi masih bisa mendengar percakapannya.

 

“Aku senang, tapi apakah aku masih bisa senang kalau dia datang kesini bukan untuk ku..” ia terdengar menghembuskan nafas kasar. “..tapi untuk Hyunsik hyung.”

 

DEG

 

Aku berhenti melangkah dan merasakan dunia berhenti berputar. Ada sebuah pergelakan dalam hatiku begitu mendengar kata-kata itu. Untuk Hyunsik? Tidak! Aku datang untuk, dia. Musuh bebuyutan ku. Aku datang untuk memberikan semangat kepada, seorang Jung Ilhoon.

 

Aku berusaha keras untuk tidak menoleh ke arah mereka, dan mengepalkan tanganku yang terselip di dalam saku cardingan yang tipis. Dan menghembuskan nafas panjang lalu kembali melangkah saat melihat Eunkwang dan Minhyuk oppa yang baru akan memasuki pintu. Kemudian menyapa mereka dan kemudian melangkah bersama ke dalam aula konser yang megah.

 

~

 

“Kostum ini, Ilhoon yang memilihnya untuk eonni..” terang ku saat JOO eonni akan tampil di atas panggung konser BTOB. JOO eonni mengangguk senang, “Tunggu aku, ya! Aku akan segera kembali.” Ia melangkahkan kaki ke ruang ganti dan meninggalkan ku sendiri.

 

“Kellie, nanti rias wajah JOO eonni dengan cantik ya!” Aku menepuk bahu Kellie, sang penata rias kami. Ia menoleh dan mengangguk senang sambil menyiapkan peralatan make up yang ia bawa.

 

“Hey, Jungshin-ah! Apa kau sudah menyiapkan sepatu JOO eonni?” Aku sedikit berteriak dan berlari kearahnya. Ia kemudian menoleh dan tersenyum melihat kehadiran ku.

 

“Oh, hello Han Hyeonsoo. How are you? Lama tidak bertemu. Sekarang sudah menjadi manager JOO ya? Dia banyak cerita tentang mu..” Ia memulai percakapan dengan tertawa senang. Aku pun membalas tawaan nya dan membalas ucapannya tadi dengan banyolan yang lucu. Kami pun berbincang-bincang sambil tertawa. Dan tanpa kami sadari, ada seseorang sedang memperhatikan ku dari jauh..

 

~

 

Lee Jungshin? Kenapa Hyeonsoo bisa dekat dengan Jungshin? Sejak kapan mereka saling mengenal? Kenapa mereka tampak sangat akrab? Oh, ya Tuhan! Apa yang sedang kau fikirkan, Jung Ilhoon?

 

“Sedang melihat apa, hyung?” ujar Sungjae tiba-tiba, sampai-sampai aku terlonjak kaget.

 

“Aish, kau ini! Mengagetkan ku saja..” aku berbalik dan menatapnya tajam sambil menutupi seseorang yang sempat menjadi pusat perhatian ku tadi.

 

“Tumben sekali, hyung meminta untuk di rias dan ganti baju duluan. Memangnya ada apa? Sepertinya, ada yang sedang hyung sembunyikan dari kami..” ia menoleh ke sekeliling. Dan terpaku pada sosok yang aku tutupi darinya.

 

“Hey, Hyeonsoo noona!!” Sungjae berjalan tanpa mempedulikan ku. Yang di panggil pun menoleh dan mereka berdua mengobrol dengan seru. Sungjae terlihat menggoda Hyeonsoo dengan tatapan jahil dan di jawab oleh tertawaan olehnya.

 

“Kalau cemburu, tarik tangan nya dan cium dia.” Aku menoleh dan mendapati sosok Hyunsik hyung yang sedang menatap mereka berdua, juga.

 

“Begitukah?” Tanyaku sarkatis. “Dia menyukaimu. Bukan aku.” Terangku sambil menatap Sungjae dan Hyeonsoo lagi.

 

“Yang kamu simpulkan belum tentu benar.” Oh, dengar itu! Hyunsik hyung malah menambah emosi ku semakin memuncak. Hyeonsoo hanya membagi cerita kehidupannya pada Hyunsik. Sudah cukup! Aku tidak peduli lagi! Justru hal-hal kecil itu yang aku benci karena aku tidak pernah bicara hanya berdua dengannya.

 

“Kenapa tidak?” Aku menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam dan menepis tangannya kasar. Lalu meninggalkannya begitu saja.

 

~

 

“Hati-hati, eonni.” Aku baru saja memberikan JOO eonni sepatu putih dengan hak setinggi 3 cm. Tidak terlalu tinggi dan sangat cocok untuk nya. Ditambah gaun putih seatas lutut dan di bagian pinggangnya berhias manik-manik berwarna abu-abu. Sempurna.

 

“Aku tidak pernah membeli sepatu ini. Darimana kamu mendapatkannya? Apa Jungshin yang memberinya?” Tanya JOO eonni bertubi-tubi.

 

Ne. Sebenarnya aku yang memintanya, eonni. Dia orangnya baik sekali, sih. Aku juga pernah berteman dengannya sewaktu smp..” ceritaku. JOO eonni mengangguk senang sambil melihat pantulan bayangan nya di cermin.

 

“Ok, lima menit lagi! JOO akan masuk ke panggung dari bawah. Tolong siapkan diri!!” Teriak seorang crew wanita yang membuat semua orang menoleh ke arahnya. Aku kembali menoleh ke arah JOO eonni.

 

Fighting, ne. Eonni!” kataku sambil ber-high five ria dengannya. Ia mengacungkan jempol dan mengikuti crew tadi menuju bagian bawah panggung. Aku berbalik dan mendapati seorang laki-laki yang sedang melihat tajam kearahku.

 

“Ada apa? JOO eonni sudah berjalan ke pintu belakang..” ujarku malas dan mengeluarkan buku catatan kecil ku. “Bukan.”

 

“Lalu apa?” Tanyaku cepat. Tunggu, dia gugup! Ya Tuhan! Aku baru pertama-kali melihat seorang Jung Ilhoon gugup. Sungguh!

 

“Hmm.. aku,,” ia menggantungkan kalimatnya sejenak dan menatapku cemas. Oh, lihat itu! Wajahnya memerah!

 

“Kau kenapa?” Aku bertanya dengan nada tak sabaran. Ini aneh, seorang Jung Ilhoon yang kukenal dingin bisa menjadi gugup dan cemas seperti ini. Di hadapanku.

 

“Ilhoon-ssi, dua menit lagi harus sudah stand by di depan piano, Ok!” crew tadi  kembali dan membuat Ilhoon menoleh kearahnya. Ia menghembuskan nafas kasar, lalu menjawab dengan mengangguk sambil tersenyum. Dan saat tatapannya kembali padaku, ia terlihat sama seperti biasa. Dingin. Entahlah, perasaan gugupnya tadi seperti menguap begitu saja terbawa angin. “Jadi?”

 

“Tidak jadi.” Ia berjalan santai tanpa dosa meninggalkan ku sendiri. Aku melongo parah melihatnya.

 

“Hey! Kalau mau bicara, ya bicara saja! Jangan tiba-tiba menyela lalu pergi!” Aku sedikit berteriak kepadanya. Oh, ya Tuhan, kenapa engkau menciptakan makhluk menyebalkan yang bernama Jung Ilhoon itu? Sebenarnya apa dia rencanakan? Kenapa wajahnya yang gugup tadi tersimpan jelas dalam memori otak ku?

 

~

 

Yeah eh, neon naui cheonsa!

 

Lagu pun selesai, dan membuat semua melody (Sebutan untuk fans BTOB) berteriak kencang. Aku yang sudah mengambil gambar menggunakan kamera SLR di area VVIP juga ikut berteriak kencang. Ini terasa aneh, aku berteriak bukan untuk JOO eonni, tetapi untuk Ilhoon. Entahlah, mungkin aku hanya ikut terbawa suasana saja.

 

Aku memicingkan mata saat Ilhoon sedikit membopong JOO eonni ke belakang panggung. Tunggu, JOO eonni terlihat pucat! Lebih pucat dari waktu kami baru turun dari mobil van tadi! “Oh, tidak!” bisik ku sambil berlari ke belakang panggung.

 

~

-syalala94, 08 Februari 2015

Lagi-lagi, fanfict BTOB lumutan yang ada di notes dan ngegantung :” Maafkan saya readers :”

Hope you enjoy it, see u soon :*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s